BBRMP Sulbar Percepat CPCL Kakao dan Tanaman Pangan Lewat Penguatan Penyuluh di Mamasa
MAMUJU-Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Sulawesi Barat melaksanakan rapat sekaligus penguatan penyuluh pertanian Kabupaten Mamasa dalam rangka percepatan penyusunan Calon Penerima Calon Lokasi (CPCL) bantuan pemerintah komoditas kakao dan tanaman pangan. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam mendorong percepatan pengusulan CPCL agar berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Rapat dibuka oleh Direktur Wilayah BBRMP Sulawesi Barat dan dipandu oleh Marwayanti Nas. Narasumber rapat disampaikan langsung oleh Kapoksi Pendampingan Modernisasi Pertanian, Sarpina, serta diikuti seluruh penyuluh pertanian yang berperan langsung dalam proses pendataan dan pengusulan CPCL di lapangan. Kegiatan ini bertujuan menyamakan persepsi serta memperkuat koordinasi antar pihak dalam mendukung kelancaran program bantuan pemerintah.
Dalam arahannya, disampaikan bahwa proses pengusulan CPCL harus mengacu pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02 Tahun 2026 tentang Pedoman Umum Pengelolaan Bantuan Pemerintah, di mana mekanisme usulan dilakukan melalui jalur penyuluh pertanian dan dinas daerah terkait. CPCL merupakan hasil dari proses identifikasi, verifikasi, dan validasi calon penerima serta calon lokasi yang harus memenuhi persyaratan sebelum ditetapkan sebagai penerima bantuan.
Materi yang disampaikan juga menekankan bahwa kegiatan bantuan kakao tahun 2026 difokuskan pada upaya perluasan areal tanam serta peremajaan tanaman yang sudah tidak produktif, sebagai bagian dari strategi peningkatan produksi dan produktivitas kakao nasional. Dalam pelaksanaannya, penyuluh memiliki peran penting dalam memastikan kelengkapan administrasi, keakuratan data lapangan, serta kesesuaian lokasi dengan kriteria yang telah ditetapkan, termasuk legalitas kelembagaan pekebun, bukti penguasaan lahan, dan titik koordinat lokasi.
BBRMP Sulawesi Barat menegaskan komitmennya dalam melakukan pendampingan, verifikasi lanjutan, serta pengawalan pelaksanaan program agar berjalan secara transparan dan akuntabel. Melalui rapat ini, seluruh penyuluh didorong untuk segera mempercepat proses identifikasi dan penginputan CPCL di tingkat lapangan sehingga tahapan verifikasi hingga penetapan dapat diselesaikan tepat waktu.
Kegiatan ini dinilai sangat penting mengingat keberhasilan program bantuan pemerintah sangat ditentukan oleh ketepatan data CPCL. Dengan sinergi yang kuat antara penyuluh, pemerintah daerah, dan BBRMP Sulawesi Barat, diharapkan program pengembangan kakao di Kabupaten Mamasa dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan pekebun.(MN)